Tafsir Ugal-ugalan Bambang Darto

BAMBANG DARTO DIKENAL SUKA MELUKISKAN KEMBALI PENJAGA MALAM KARYA REMBRANDT. DI SITU IA MENYUSUPKAN SOSOK DIRINYA SENDIRI SAMPAI TOMMY SOEHARTO.

Penjaga Malam karya Rembrant itu dilukis kembali oleh Bambang Darto dengan teknik realis luar biasa. Itulah pameran tunggal Bambang Darto: “Jejak-jejak Mitos”, di Tujuh Bintang Art Space Yogya, yang berlangsung pada 18-31 Oktober. Kita melihat lukisan itu begitu mirip dengan lukisan Rembrandt. Hanya, gambar orang-orang Eropa di masa lalu itu dia tambahi dengan seseorang berseragam satpam yang membawa sapu warna merah.

Oleh kuratornya, Wicaksono Adi, tokoh berseragam tersebut diinterpretasikan sebagai Tommy Soeharto karena sosoknya mirip. Namun, Bambang bilang lelaki itu benarbenar seorang petugas keamanan yang bekerja di perumahan mewah Kota Wisata, Cibubur, dan bersedia dijadikannya model. Selain satpam, model lokal lainnya adalah Bambang sendiri, yang menyamar atau menyusup menjadi pasukan penjaga malam mengenakan topi tinggi dan menggenggam senjata zaman Rembrandt (1606-1669).

Read more

Ketika Bambang Darto Memplesetkan Mitos

Sejarah masa lalu, sering menjelma menjadi mitos. Bak cerita mitologi Yunani kuno. Plato, Socrates, Diponegoro bahkan Gus Dur pun –yang sebenarnya bagian dari sejarah— sering dipandang bagai mitos. Di tangan Bambang Darto, semuanya menjadi segar….

ERWAN WIDYARTO, Jogja

Salah satu lukisan Raden Saleh yang sangat terkenal berjudul Penangkapan Diponegoro. Lewat goresan di kanvasnya, Raden Saleh menggambarkan bagaimana Pangeran Diponegoro yangditangkap Belanda di Magelang ‘’ditangisi’’ sejumlah pendukungnya.

Di dalam imajinasi Bambang Darto, komposisi lukisan Raden Saleh itu ‘’direka ulang’’ dengan ‘’mengaktualkan isu. Dengan komposisi lukisanyang mirip, persis, Penangkapan Diponegoro pun menjadi Penangkapan Gus Dur. Gambar Diponegoro di lukisan Raden Saleh ‘’diganti’’ Gus Dur yang melambaikan tangan didampingi Yenni Wahid.

Read more

Bambang Darto “Cipta Ulang” Karya Rembrandt

OLEH: YUYUK SUGARMAN

Yogyakarta - Di tengah hiruk-pikuk perhelatan seni rupa untuk mempersiapkan perhelatan akbar Biennale Jogja X di Yogya belakangan ini, sebuah pameran yang membawa suasana lain muncul di Tujuh Bintang Art Space, Minggu (18/10) malam.

Bambang Darto, seniman yang sudah aktif berkarya pada akhir tahun 1970-an dan awal 1980-an menampilkan karya-karyanya yang terinspirasi karya lukisan klasik seperti Rembrandt atau Jacques-Louis David (seorang pelukis neoklasik abad 18).

Secara kasat Anda akan dapat melihat karya Bambang Darto, lelaki kelahiran Pro­bo­ling­go, Jawa Timur, 5 Januari 1956 ini menyajikan karya Rembrandt ataupun David dalam bentuknya yang asli. Meski begitu, secara jelas pun terlihat ada tambahan yang bisa dikatakan elemen baru yang muncul pada–kalau boleh dibilang–karya reproduksi.

Read more

Mencuri Ikon Lawas

PELUKIS BAMBANG DARTO MEMPRAKTEKKAN
APROPRIASI DENGAN MEMBERI MAKNA BARU.

Seorang lelaki berkostum Romawi memeluk gadis buta yang sedang menyorongkan wadah meminta sedekah. Wajah lelaki berkumis pada lukisan berjudul Pengemis itu adalah wajah pelukis Bambang Darto, 53 tahun. Pengemis adalah satu dari 13 lukisan karya Bambang Darto pada pameran tunggal bertajuk “Jejak-jejak Mitos” di Tujuh Bintang Art Space, Yogyakarta, 18-31 Oktober 2009.

Lukisan Pengemis itu sebenarnya adalah “duplikasi” lukisan karya Jacques-Louis David, seorang perupa neoklasik abad ke-18, berjudul Belisarius (1781). Lukisan ini menggambarkan adegan seorang gadis kecil buta bersama seorang lelaki tua sedang mengemis di pinggir jalan.

Read more

Pameran Tunggal Bambang Darto

PERS RELEASE

Kurator : Wicaksono Adi
Pembukaan : Minggu, 18 Oktober 2009 pukul 19:30
Tempat : Tujuh Bintang Art Space
Jl. Sukonandi 7 Yogyakarta 55166
Musik : Hadi Soesanto, SE
Pameran : Tanggal 18 - 31 Oktober 2009 - pukul 10:00 – 20:00 WIB
---------------------------------------------------------------------

Karya-karya Bambang Darto lebih dekat sebagai bentuk permainan visual terbatas dari karya-karya yang telah menjadi klasik. Dan publik mungkin tidak akan tahu dan tidak mengenali bahwa salah satu objek dalam lukisan Bambang Darto adalah sosok si pelukisnya. Bahkan orang akan menyangka bahwa karya-karya itu merupakan duplikat atau semacam reproduksi yang prima, dengan perubahan di sana-sini, dari karya-karya klasik tersebut. Jika dulu orang percaya pada otentisitas dan orisinalitas karya seni sebagai buah cipta seorang genius, kini Bambang Darto justru melanggar anggapan semacam itu. Dan cara yang ia lakukan tidak dengan merusak atau mengacak-acak karya-karya klasik yang diagung-agungkan itu melainkan dengan menciptakan ulang secara utuh.

Read more

Penawaran Kerjasama Lelang Lukisan

Mengantisipasi kondisi pasar seni yang cukup mengkhawatirkan akibat libasan krisis ekonomi global saat ini, Tujuh Bintang (Tubi) Art Space bermaksud menawarkan kerjasama pemasaran lukisan melalui balai lelang. Hal ini menjadi sangat krusial karena sejak awal tahun ini, kolektor yang benar-benar pecinta seni mulai banyak menahan diri. Yang masih sering menghadiri pameran adalah kolektor-kolektor yang statusnya pedagang. Akibatnya pembeli karya lebih sensitif terhadap harga karya yang dipamerkan. Yang diburu bukan lagi sekedar karya yang bagus saja. Tapi karya yang bagus dan laku di balai lelang. Ini merupakan masalah bagi galeri dan seniman.

Galeri kesulitan mendapatkan karya seniman yang punya nama di pasar, karena yang memburu banyak. Padahal galeri membutuhkan dana yang cukup besar untuk bisa terus berkontribusi terhadap wacana seni, terutama untuk mendukung seniman-seniman muda yang berkualitas. Agar bisa terus berpameran dengan seniman muda, galeri harus bisa memperkenalkan dulu nama-nama baru itu di balai lelang dan menjaga karya seniman agar terkesan sering masuk balai lelang dan laku di mata kolektor. Sehingga ketika galeri memunculkan nama tersebut di pameran, kolektor sudah punya gambaran tentang pasarnya. Jadi untuk bisa bertahan hidup dalam kondisi ekonomi sekarang, sudah masanya bagi galeri dan seniman untuk bisa hidup di dua alam, yaitu dalam wacana apresiasi melalui pameran dan wacana pasar melalui balai lelang.

Saat ini Tubi telah menjalin kerjasama dan menjadi vendor beberapa balai lelang di Jakarta dan Singapore. Dan Tubi bermaksud untuk mengangkat beberapa seniman muda yang sekiranya bisa bekerjasama saling menguntungkan secara jangka panjang. Yang perlu diingat, kerjasama pemasaran ini bukan kerjasama jangka pendek yang bisa mendapatkan hasil maksimal dalam waktu dekat. Perlu cukup banyak waktu agar nilai pasar karya bisa didongkrak sampai ke titik tertinggi. Draft perjanjian kerjasama beserta penjelasannya kami lampirkan dalam email ini. Apabila merasa berminat atau ada beberapa hal yang belum jelas, silakan hubungi kami di nomor 0274 545577 atau datang langsung ke Tubi cp Lenny.

Sebagai tindak lanjutnya, silakan kirimkan sampel karya melalui email agar bisa kami pilih karya yang akan dimasukan secara bertahap karena keterbatasan kuota vendor ke balai lelang. Setelah karya dipilih kami akan hubungi per telepon dan MoU akan kami kirimkan.

Demikian penawaran dari kami. Atas perhatian dan kerjasamanya yang baik kami ucapkan terima kasih.
Read more
 

Tujuh Bintang Blog Design by Insight © 2009