I Report I Decide Exhibition


Pameran Seni Visual
I REPORT I DECIDE


PEMBUKAAN PAMERAN
Hari/Tanggal : Jumat, 27 Maret 2009
Pukul : 19.30 WIB
Tempat : Tujuh Bintang Art Space - Jl Sukonandi 7 Yogyakarta
Dibuka oleh : Ibu Dyan Anggareni Hutomo
Live Music : Delicioz Band
Kurator : Kuss Indarto
Artist :
Agung Gunawan Ahmad Gozali Ari Kadarisman Budhi Bodong Budi Yonaf Eddy sulistyo Fitrajaya Nusananta Kokoh Nugroho Mulyadi Niko Siswanto Oskar Matano Sri Maryanto Suitbertus Sarwoko Setyo Priyo Nugroho Slamet Suneo Santoso Tommi Halnandez Wibowo Adi Utama Yoyok Sahaja Zulkarnaeni

Pameran berlangsung : 27 Maret - 12 April 2009

PENGANTAR PAMERAN
I report, I decide

Keputusan...
Sesuatu yang teramat mudah untuk diucapkan, walau seringkali sulit ketika harus dijalani.

Sebagai makhluk yang dibekali perasaan dan pikiran, seharusnya kita bisa membuat keduanya seimbang dalam mengambil keputusan. Tapi jaman telah berubah. Gelombang ketiganya Alfin Toeffler telah berlalu. Manusia telah meninggalkan ""Mind" sebagai pijakan awal dan menjadikan "eMotion" sebagai dasar keputusan.

Dan ketika perasaan menguasai segalanya, kita jarang mau berpikir panjang sebelum melangkah. Asalkan "merasa" bisa, dengan mudah kita akan berucap "oke bos". Dan kita menjadi semakin jauh meninggalkan filsafat lama dimana kita seharusnya "biso rumongso" bukannya "rumongso biso"

Melaporkan...

Sesuatu yang seringkali sulit untuk diucapkan, dan lebih sulit ketika harus dijalani.

Ketika kita mengambil keputusan hanya berdasar perasaan, langkah-langkah selanjutnya cenderung subyektif dan mengandalkan insting belaka. Pertimbangan efektifitas dan efisiensi terabaikan. Kita pun akan begitu mudah melupakan apakah tindakan kita membuat orang lain kalang kabut atau tidak.

Walau perasaan seringkali sulit untuk dipikirkan, dan pikiran lebih mudah untuk dirasakan, keseimbangan tetaplah perlu. Karena hidup harus memiliki sentuhan rasa dalam setiap pemikiran.

Dari awal rasa dalam seni berpikir itu, kita akan bisa memutuskan dan melaporkan.
Silakan diapresiasi...

Terima kasih...
Eko Nugroho (
http://www.rawins.com)
Staf Tujuh Bintang Art Space


INFORMASI & KONTAK, HUBUNGI
Tujuh Bintang Art Space
Jl Sukonandi No. 7-Yogyakarta 55166, Indonesia
Tlp +62 274 545577 Fax +62 274 583377
Mobile +62 8139 1634 777
email: info@tujuhbintang.com
website: www.tujuhbintang.com

Read more

Widodo Pameran Tunggal di TBY

Bernas Jogja
Senin, 23 Mar 2009

JOGJA--Melalui pameran bertajuk The Encyclopedia of Erotic, di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), 17-26 Maret 2009, Widodo Flea Market menampilkan 49 karya yang dibuat sejak tahun 1990an hingga tahun 2009. Dalam pameran itu, ia ingin mengajak masyarakat bahwa seks harus memiliki pendidikan khusus sehingga anak-anak tak terjebak pada sesautu hal yang tak diketahui bahayanya seperti terjebak dalam seks bebas yang mulai menjangkiti remaja dewasa ini.
Tak hanya masalah pendidikan yang menjadi insiprasi dalam lukisannya, namun sisi humanis dalam kehidupan yang sering diabaikan masyarakat, juga tergambar dalam lukisan karya Widodo. "Jika dilihat dengan gaya pameran seperti ini, nampak jelas berbeda dengan pameran yang lain. Saya ingin pameran ini tak menimbulkan kesan eklusif namun semua kalangan bisa menikmatinya," kata Widodo kepada Bernas Jogja di TBY, Sabtu (21/3).
Dalam kehidupan bermasyarakat seks masih merupakan hal yang tabu. Namun bagi sosok seniman Widodo seks bukan hal yang harus ditutupi tapi harus diketahui antara lain bisa melalui pendidikan seks. Untuk memberikan kesan santai dan tak terlalu formal maka Widodo menambahkan sepeda yang dipajang di seputar lukisannya. Sesuai temanya, flea market, Widodo ingin semua lapisan masyarakat bisa masuk. Karena baginya semua masyarakat itu sama dan hidup berdampingan.
Pemilihan flea market diakui Widodo merupakan adopsi dari barat atau di sini bisa diartikan pasar loak. Melalui tema ini ia ingin menyajikan pameran lukisan dengan format dan atmosfir yang berbeda sehingga masyarakat leluasa melakukan tawar-menawar. (c9)
Read more

Widodo adakan pameran tunggal

Harian Jogja
Selasa, 24 Maret 2009

JOGJA: Seniman Widodo bekerjasama dengan Tujuh Bintang Art Space mengadakan pameran tunggal bertajuk 'The Encyclopedia of Erotic' dari 17-26 Maret di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Jogja. Pameran tunggal itu mengangkat konsep pasar loak yang dinamakan 'Widodo's Flea Market'.
Selain lukisan Widodo dari tahun 1990an, dipajang pula berbagai alat transportasi bekas seperti mobil dan sepeda kayu, berbagai tempelan di dinding antara lain bertuliskan 'diskon', 'dilarang bawa binatang', 'harga tergantung speak-speak'. Sejumlah spanduk calon legislatif juga dotempel di tempat pameran.
Widodo mengatakan pameran itu sengaja mengusung konsep pasar untuk menciptakan suasana yang humanis, rekreatif, dan tidak membedakan kelas maupun etnik di masyarakat. Menurutnya, berbagai tempelan di dinding merupakan bentuk keterbukaan, supaya masyarakat dari kelas manapun nyaman untuk masuk dan menyaksikan pameran.
"Saya melihat selama ini pameran-pameran di berbagai tempat terlalu ekslusif, cenderung ada pembedaan kelas tamu yang datang. Kalau di sini lebih terbuka, siapa saja bebas datang dan bebas menafsirkan apa saja yang dilihatnya," katanya pada Selasa (24/3) ini. (Rossa Forgie)
Read more

WIDODO'S FLEA MARKET

Pameran Seni Visual



PEMBUKAAN PAMERAN
Hari/Tanggal : Selasa, 17 Maret 2009
Pukul : 19.30 WIB
Tempat : Taman Budaya Yogyakarta - Jl Sriwedari Yogyakarta
Dibuka oleh : Bapak Ajip Rosidi
Kurator : Kuss Indarto
Pameran berlangsung : 17 – 26 Maret 2009

PENGANTAR PAMERAN
Djiancuk Foundation bersama Tujuh Bintang Art Space menggelar Flea Market di Taman Budaya Yogyakarta untuk menggelar “karya-karya jorok” Widodo yang tak cukup peduli dengan ihwal pencapaian-pencapaian, dan itu bisa dikatakan sebagai kenaifan. Namun titik penting yang bisa ditelusuri dari laku kreatifnya adalah: Widodo begitu lepas dari ketertekanan yang menjerat posisinya sebagai seorang kreator. Pasar tak banyak mendikte dan menekan! Seniman ini tak cukup peduli untuk kemudian habis-habisan berkompromi dengan pasar. Garis keyakinannya untuk bebal adalah juga garis kesenimanannya. Inilah point “kewaguan” Widodo yang tidak banyak ditemui di kerumunan seniman Yogyakarta kini.

Melintasi karya-karyanya Anda akan terkuasai oleh satu persepsi visual yang berisi goresan-goresan liar, tak memiliki harmoni garis dan warna, ataupun tema-tema yang seronok. Ia menampilkan serangkaian kata-kata umpatan dan lenguhan perasaan nikmat seks, juga media yang dipakainya yang ‘tak suci bagi kanvas putih’: celana dalam, rambut kemaluan, kebaya batik, kertas iklan obat kuat dan pasir.

Widodo, yang pernah menjuluki dirinya sendiri sebagai “pelukis buta” dalam beberapa komunikasinya tampaknya ia menyadari tentang “kebutaanya”, dan mulai melihat kenyataan dengan lebih bijaksana. Kini, ia melukis dengan mata terbuka. Karya-karyanya menampakkan optimism, menggunakan warna-warna terang, warna-warna pastel, juga garis-garis yang lincah dan ekspresif.

Konsep penyelengaraan memilih tema Flea Market yang bebas, spontan, cair, menyediakan berbagai kejutan. Dengan harapan ia dapat menghadirkan dirinya sebagai seniman secara lain, berbeda, dalam format dan atmosfir dimana orang bebas melihat-lihat, dan leluasa melakukan tawar-menawar.

Selamat mengapresiasi Mega Diskon Widodo di Flea Market..!


INFORMASI & KONTAK, HUBUNGI
Tujuh Bintang Art Space
Jl Sukonandi No. 7-Yogyakarta 55166, Indonesia
Tlp +62 274 545577 Fax +62 274 583377
Mobile +62 8139 1634 777
email: info@tujuhbintang.com
website:
www.tujuhbintang.com

Read more
 

Tujuh Bintang Blog Design by Insight © 2009