Adalah Oei Hong Djien, seorang kolektor dan kurator lukisan yang amat disegani di negeri ini. Komentar dan ulasannya terhadap lukisan atau perkembangan seni lukis selalu ditunggu-tunggu banyak orang disetiap lelang lukisan. Hong Djien mengenal lukisan sejak masa kanak-kanak. Perkenalan dengan lukisan boleh dibilang akibat tertulari orang tuanya. Maklum, ayahnya termasuk penikmat dan kolektor lukisan. Dinding rumah bagaikan balai lelang lukisan tua peninggalan Belanda. Tak satu pun kerabat Hong Djien yang berbakat menjadi pelukis hebat. Tak terkecuali Hong Djien, "Pelajaran menggambar saya cuma dapat nilai enam," aku pria kelahiran April 1939 ini.Suguhan lukisan yang setiap waktu di pelupuk matanya, pelan-pelan membakar cinta Hong Djien terhadap lukisan. Hong Djien kerap berpindah-pindah kota dan menumpang tinggal di rumah kerabatnya untuk menempuh pendidikan. Pendidikan dasarnya ditempuh di Semarang, dan melanjutkan kuliahnya di Jakarta. Di mana pun Hong Djien tinggal, selalu saja rumah yang ditempatinya bak balai lelang lukisan.
Minat Hong Djien pada lukisan mulai terlampiaskan manakala ia hijrah ke Jakarta untuk kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ia jadi rajin mengunjungi pameran lukisan serta galeri lukisan yang ada di ibu kota. Namun, calon dokter itu baru sebatas menikmati lukisan tapi tak kuasa membeli. Hong Djien baru benar-benar mampu membeli sebuah lukisan pada 1965, setelah enam tahun menabung sebagian uang saku kiriman orang tuanya.
Hobi bertandang ke galeri lukisan dan pameran lukisan kian menjadi saat melanjutkan kuliah ke negeri Belanda. Ia bahkan makin rajin mengikuti seminar-seminar yang membahas karya seni. Dari situlah pemahaman serta wawasannya terhadap lukisan makin bertambah, dan kian lihai menilai lukisan.
Kesibukan mengelola usaha jual beli tembakau tak menyurutkan kegemarannya mengumpulkan lukisan. Ia tetap saja rajin melihat pameran atau lelang lukisan dan menyambangi galeri untuk memburu lukisan yang diinginkannya. Apalagi kala itu ia sudah punya bekal dana yang cukup. Ia tak mematok hanya pada pelukis ternama, lukisan para pemula juga diborongnya.
Hong Djien berburu lukisan tidak sebatas di pameran lukisan. Ia juga menyambangi langsung seorang pelukis agar mendapatkan lukisan berkualitas. Hong Djien rela berjam-jam menunggui maestro lukis Indonesia, Affandi, yang sedang melukis seraya mengamati goresan tangan Affandi.
Ia juga dikenal berteman dekat dengan pelukis kondang Widayat. Bahkan,Widayat kerap memintanya memberi komentar terhadap lukisan yang sedang dibuatnya. Sebagai imbalannya Widayat menghadiahinya beberapa lukisan. Kedekatannya dengan sejumlah pelukis ternama membuat ketajaman dan keterampilannya menelisik lukisan kian terasah. Inilah cikal-bakal keahliannya sebagai seorang kurator atau penilai lukisan.
Hong Djien pernah berburu lukisan karya Affandi, Sudjojono dan Widayat hingga Rio de Janeiro, Brasil. Ceritanya, ada mantan Duta Besar Brasil yang saat bertugas di Indonesia gemar mengoleksi lukisan seniman ternama Indonesia. Sayang, koleksi yang berada di Rio de Janeiro itu tak terawat dan malah akan dilelang. Jadilah ia terbang ke ibu kota negeri samba dan memborong 20 lukisan koleksi mantan sang duta besar.
Kini koleksi lukisan hasil perburuannya selama 40 tahun sudah mencapai lebih dari 1.000 buah. Mulai dari karya Affandi, S. Sudjojono, Basoeki Abdullah, Lee Man Fong, Hendra Gunawan, serta Widayat. Ia juga mengoleksi karya pelukis muda seperti Nasirun, I Made Djirna, Dadang Christanto, Entang Wiharso serta Ivan Sagito. Semuanya terawat dan tersimpan di sebuah museum lukisan pribadi seluas 200 m2 yang didirikan di Magelang pada 1997 silam. Museum yang tidak dibuka untuk umum itu menjadi salah satu sasaran kunjungan para kolektor lukisan dari luar negeri.
Nama Hong Djien sendiri sekarang sudah melambung dan menjadi jaminan kepatenan seorang kolektor maupun kurator lukisan. Ketenarannya bahkan sudah melampaui batas negara dan benua. Pria kelahiran Magelang 66 tahun silam ini sudah berkali-kali didaulat menjadi kurator dalam berbagai lelang lukisan di mancanegara. Ia juga kerap menjadi pembicara dalam sebuah pameran lukisan atau sekadar menggoreskan tulisan sebagai pengantar sebuah katalog lukisan.
Kegemarannya pada lukisan bukan untuk investasi atau berdagang lukisan. Dia hanya rela menjual jika benar-benar sudah tak cinta lagi pada sebuah lukisannya. Sayangnya itu pun jarang sekali dilakukannya. "Ya, paling-paling untuk hadiah perkawinan atau ulang tahun," ujarnya terkekeh.
25 komentar:
YANG SAYA HEIRAN KENAPA PAK OHD SERING SEKALI GEMAR MENGGORENG SENIMAN SENIMAN YANG TAK MEMILIKI KWALITEIT , TERKESAN LACK OF THEORY , MISKIN DISCOURSE
om OHD SAYA PUNYA LUKISAN BELANDA PENJAJAHAN OBYEK INDONESIA,SAYA MAU HUB.OM KEMANA....? ADRIAN 085285291427
Masak sih, kok yang saya denger OHD positif ya? Apa saya yang kuper? Emang ada cerita apa mas / mbak anonymous? Share dong
JW
Di jual 2 buah lukisan affandi asli :
1. LUKISAN AFFANDI : " AYAM TARUNG "
Ukuran : 145 x 95 cm
Tahun : 1970
Harga : 450 jt (nego)
Sertifikat tidak ada (warisan keluarga)
2. LUKISAN AFFANDI : " RUMAH BUN POO "
Ukuran : 90 x 120 cm
Tahun : 1969
Harga : 425 jt (nego)
Bersertifikat
Lokasi kedua lukisan di Jakarta.
Di jamin keasliannya dan langka,bisa langsung di check di musium atau kurator..
Kalau ada buyer/kolektor yang berminat serius,dapat menghubungi saya di nomer : 08569862047 / 021-98665286 (Faizal Rachman)
Om OHD saya punya 2 lukisan warisan keluarga turun temurun dan di jamin keasliannya.
1. LUKISAN ICON CINA KUNO ZAMAN KAISAR
pjg 80cm dan lebar 20cm umurnya -+ 200thn.
2. LUKISAN KANVAS OBJEK PANORAMA ALAM DESA JAWA
pjg 60cm dan lebar 45cm
karya TANG MAN HWAY 1937
jika om berminat bisa hub saya ke no:
TATA 08192637204 atau ke email saya wiranta83@yahoo.com
terimakasih.
Pak OHD yg terhormat,
Saya memiliki lukisan:
1. Itji Tarmizi,1961. Cat Minyak.
Ukuran :85 x 140 cm. Judul : Tukang Gado-gado.
2. NG Sembiring, 1961.Cat minyak.Ukuran:
80 x 100 cm. Judul : Lumbung Padi.
3. Patung Amrus Natalsya,1980. Kayu Mahoni.
Ukuran : 45 x 95 cm. Anak sedang dipangku.
Semuanya mau dijual. Memiliki sertifikat.Dari orang tua saya.Jika Bapak berinat dapat menghubungi saya, ke nomor : 0816955820. Email saya : ddarmatahakim@yahoo.com. Terima kasih.
Pak OHD Yang Terhormat,
Saya memiliki lukisan POTRET BUNG KARNO Karya
R.Basoeki Abdoellah TH .1964 (Warisan keluarga)
tanpa sertifikat.plus buku DIBAWAH BENDERA REVOLUSI TH.1964 Cetakan Pertama.(asli)
saya akan jual paket seharga Rp.450 jt (nego)
jika bapak berminat dapat hubungi saya :
YOHANNES 08161698770 (sore hari)
Pak OHD yg terhormat,
Saya memiliki lukisan widayat seri Ikan Laut Dalam I dalam ukuran 60 x 50. Tahun 1992. Tidak ada sertifikat karena warisan keluarga. apabila berminat bisa menghubungi saya , Devi 081904046113. Terimakasih
pak saya wahab saya mau jual lukisan cina gambar udang hitam putih samping kanan ada tulisan cina ada cap merah di bawah lukisan jika bpk berminat bisa hub saya ke 085883032469
Pak Hong Djien,
Saya memiliki lukisan Kartono Yudhokusumo, 1957, berukuran 75 x 100. Apabila bapak berminat bisa email saya di satyaym@yahoo.com
Terima kasih..
Pak Oei Hong Djien,
Apa kabar?
Nama saya Nina. Saya kebetulan dapat warisan dari almarhum kakek saya yg kebetulan dulu pernah menjabat sebagai salah satu perdana menteri zaman Soekarno. Lukisan ini buah karya Affandi, asli, oil on canvas, tahun 1957, ukuran 90cm x 65cm. Topiknya ttg Balinese Village. Saya ingin lukisan ini dibeli oleh orang yang betul-betul appreciate dengan seni seperti Pak Hong Djien. Silakan email saya di: edwina_moersid@yahoo.com. Nanti saya bisa kirim image lukisan ke bapak. Karena saya domisili di Malaysia, bapak bisa telepon langsung ke ayah saya di 0812.8791669 (Pak Djoko). Kami tunggu berita baik dari Pak Hong Djien! Terima kasih.
Apa kabar?
Nama saya Iwan. kebetulan orang tua saya dapat warisan sebuah lukisan. objeknya pangeran Diponogoro naik kuda sedang berpapasan dengan seorang anak buahnya yang laporan. diameternya: lebar 2 m tinggi 1 m.
kondisi masih orig, kanfas oil dan berlubang dimakan umur.tapi, gak ada kejelasan pelukisnya diperkirakan berumur 75 s/d 100 th kayaknya....
saya disuruh menjual sama bapak saya. harganya: cuma 25.000.000 (nego) saya mau bawa kemana bingungg.
kalo ada yang minat hub saya :
Iwan cp: 085711735841
Kepada YTH Bapak Hong Djien...
Semoga sehat selalu...
Saya adalah Pelukis...Saya sejak kecil hoby melukis...Saya pernah kuliah di ITB Senirupa...Saya ada beberapa karya lukisan...Lukisan saya 4 dimensi...Kalo minat,saya bisa email ke Bapak...
Ir.Yan hp:0813 8871 8457
Om OHD, saya Joko, sangat salut sama anda. Kalau saya punya kemampuan mungkin melakukan hal yg sama. Karena terpaksa saya akan jual koleksi saya karya Benny Setiawan yg tidak ada duanya karena ukurannya yg besar: 4 x 1m. Judul "Morning in the Mountain" Sangat bagus. Kalau tertarik bisa email ke saya: jsantoz88@gmail.com
kolektor kan ndak cuma pak ohd kok tawar sama ohd aja!payah!
Janganlah mengemis ngemis dalam menjual karya seni, seperti nya malah nggak ada lagi nilai kehormatan seni !
Brasa di sarkem, ayo mas, masuk mas, maen mas,...
pa dr saya mau jual lukisan basuki abdulah 3 biji asli original
bener bos klo nawarin jangan ngemis...http//lukisantrubus.com
www.indonesianartgallery.net
akan menbantu penjualan lukisan2 indonesia bernilai seni tinggi di mancanegara ....
silakan emailkan spec n gambar , no hp yg bisa di hunbungi ke indonesianartgallery@gmail.com
tq
teman saya punya lukisan karya Pak Hendra Gunawan (Alm), peninggalan orang tuanya, sudah diuji keasliannya, jika ada peminat akan dibuatkan sertifikastnya,karena sebelumnya belum tersertifikat judul ' Menjual Ikan" ukuran 65 cm x 70 cm". jika tertarik hubungi ke No. 08156069039
saya ada lukisan dewa kwan kong
ukuran : 152 x 222 cm
pelukis: J.B.F.SCHMIDT,Sawah Besar/Sentiong No 21
Dilukis pada tanggal 16 Mei 1915
Dilukis di atas kanvas
Jika tertarik Harap menghubungi 08129066348 (Hendri)
saya ada lukisan Hendra Gunawan
"Ibu yg sedang memegang ikan dan Anak "
Original.80cm x 100cm kondisi ada bekas repair kata kolektor.
jika serius bisa hubungi di 0818.77.8516 (Herman - Bogor)
15o juta (nego)
Kepada YTH Bapak Hong Djien,
Saya punya lukisan hasil karya sendiri mau saya jual, sebagaian hasil penjualannya untuk membantu saudara2 kita yang kekurangan. Ada dua lukisan : 1- Judul "Berantem", ukuran 100cm x 80cm, cat minyak, Harga : Rp. 50 juta, 2- "Gempa", ukuran 100cm x 70cm, cat minyak, harga : Rp. 40 juta. kalau Bapak berminat bisa kirim email ke parangrengganis@gmail.com.
Fauzan 085222842642
applause deh.....kdg sy brtanya siapa lagi kolektor yang mampu membeli koleksi lukisan saya?yang saya pikirkan setiap bangun tidur adalah melebarkan kemitraan bisnis,dan sarapan pagi memandangi karya maestro AFFANDI di sudut2 rumah saya yang membuat saya tercengang dengan mahakarya tersebut..cukup kenyang dengan kedamaian jiwa karenanya,sebagai ketentraman batiniah ketika memandang goresan2 diatas kanvas dan karakter maestro tersebut seperti matahari inspirasi naluri!
MARI BERMITRA dan BEKERJA SAMA...,sebuah JAGUAR tidak sebanding dengan mahakarya yang kian tahun kian melambung harganya,yang mengibarkan seniman indonesia dimata dunia.....,terlalu congkak jika saya merasa " YANG PALING"...tetapi saya menjembatani hoby dan investasi anda!
siapa tahu koleksi lukisan2 AFFANDI saya ada yang menggugah jiwa anda untuk menambah daftar panjang koleksi anda,sekaligus investasi anda!
call me on : F.Book ( rheno_serahjiwa@yahoo.com)
mobille: - 0857 2892 1804
- 0838 6669 2668
saya tunggu kabar baik dari anda,para penikmat dan ivestasi karya lukisan AFFANDI
Post a Comment